Wednesday, June 18, 2014

Masalah Token Bank Error "Lock New Pin Conf"

Tak dapat disangkal lagi keberadaan benda kecil ini sekarang sangat diperlukan bagi yang sering melakukan transaksi perbankan melaui internet banking. Apalagi yang rutin melakukan transaksi non tunai tentunya alat yang disebut sebagai token ini sangat vital sebagai alat verifikasi dan authorisasi transaksi yang dilakukan. Kalau tidak maka transaksi harus dilakukan via ATM atau teller bank bersangkutan.

Seperti token yang saya miliki sejak lama sekitar tahun 2006. Ketika itu saya mendapatkan secara gratis sebagai promosi karena bank tersebut baru mulai mengembangkan jaringan internet banking-nya. Jadi saya dikirimi surat untuk mengambil alat tersebut di kantor cabangnya. Namun saya baru aktif registrasi menggunakan fasilitas internet bankingnya beberapa tahun kemudian setelah dirasa semakin solid jaringan IT nya dan rutinitas menyelesaikan transaksi bulanan rumah tangga Non Tunai setelah menikah (jadi bapak rumah tangga yang baik ceritanya). Lebih praktis ketimbang bolak balik ke ATM

Namun di awal Juni 2014 token saya tiba-tiba menunjukkan indikator Batt 3. Kemudian kadang berselang Batt 0. Tapi masih bisa dipakai untuk mengenerate PIN guna menyelesaikan beberapa transaksi. Sampai akhirnya selama beberapa hari tidak saya pakai kemudian pas butuh dan saya nyalakan... Lho kok muncul 00000000 (0 sebanyak 8 digit) dan LOCK NEW PIN CONF. Setelah itu tidak bisa di apa-apakan lagi. Padahal biasa input PIN untuk ke menu APLI





Solusinya... sudah jelas saya langsung mengunjungi cabang Bank terdekat. Ibu CS yang ramah melayani saya dan mengatakan bahwa memang token saya bermasalah mungkin karena faktor usia pemakaian juga, setelah saya informasikan berapa lama token tersebut saya pakai. Kemudian, tidak pakai lama, laporan ganti token dibuat dan saya diberi token pengganti baru. Kemudian diminta aktivasi token di internet banking untuk sinkron ulang, minimal 12 jam setelah laporan blokir token yang bermasalah dibuat (tapi saya putuskan untuk 24 jam saja karena memang tidak ada hal urgent). Dan syukurlah free of charge untuk penggantian token ini.

Ibu CS berpesan apabila dilain waktu ada pesan batt 0, sekedar menunjukkan indikasi baterai token telah lemah. Dan sebaiknya langsung ke cabang bank terdekat untuk dilakukan penggantian token. Disamping itu seperti masalah token PIN SALAH/TERBLOKIR bisa juga dilayani.

Setelah mengganti PIN default token dengan PIN yang baru sukses menunjukkan token berfungsi. Siap lagi melakukan transaksi finansial melalui internet banking. Hanya saja pastikan ketersediaan dana yang cukup kalau error karena dana kurang pastinya bukan menjadi kesalah bank... HEHEHEHE :)



SALCS, Keistimewaan Teknologi Mesin Motor Suzuki

Siapa yang tidak mengenal produk motor Suzuki. Motor ini sempat berjaya di tahun 1980an dengan produk-produk motor 2 tak-nya. Seperti Suzuki FR80, Suzuki RC80, Tornado hingga kemudian mengembangkan motor 4 tak seperti generasi Smash, Shogun 110, Shogun 125 dan kemudian produk yang menjadi andalannya Suzuki Satria FU 150. Okay, saya tidak akan menulis banyak soal motor-motor tersebut, ada banyak tulisan yang bisa dibaca di website.

Namun, yang membuat saya tertarik adalah inovasi teknologi Suzuki di mesin motor mereka yang mengutamakan teknologi pelumasan oli. Mereka menamakannya SALCS, Suzuki Advance Lubrication Cooling System. Dengan penerapan teknologi ini maka medium oli perlakukan sebagai sarana utama pastinya untuk  lubrikasi (karena fungsi dasar oli itu sendiri) tetapi juga sebagai pendingin mesin.

Saya tidak akan membahas mengenai cara kerja dari teknologi SALCS ini, tetapi terima kasih ada tulisan mengenai apa itu SALCS. Klik Disini Untuk Membaca.

Dan tampaknya ini sesuatu yang lebih bersifat basic di pemikiran engineer Suzuki pada pengembangan motor Suzuki. Bahkan untuk  meningkatkan performa pendinginan mesin, pada motor Satria FU 150 juga dilengkapi dengan radiator pendingin oli / oil cooler, daripada mengunakan radiator pendingin air seperti beberapa merk motor lainnya, sebut saja Honda Vario 125, Yamaha Jupiter MX, Yamaha Byson. Untuk motor komersil Suzuki tampaknya teknologi pendinginan oli plus udara sudah cukup baik.

Dalam bahasa sederhana apa efek dari penggunaan teknoligi oli/SALCS ini. Banyak orang yang mengatakan kualitas mesin Suzuki kuat/bertahan lama (alias bandel), getarannya & suaranya minimal dan perpindahan gigi lebih halus, empuk dan minim hentakan. OK tentunya asumsi ini benar apabila kondisi mesin motor benar-benar dirawat, misal dalam hal rutin mengganti oli mesin dan rajin service berkala. Namun ada juga contoh extreme dari teman yang bercerita bahwa pernah karena kebocoran oli mesin maka oli mesin SUZUKI SMASH nya sampai batas minimum, namun tidak sampai mengalami gejala piston/leher piston yang terkunci. Hal tersebut juga pernah saya alami (Lihat postingan saya sebelumnya) dan saya merasa peranan dari lubrikasi dan pendinginan SALCS meskipun oli dalam keadaan minimum dapat menyelamatkan Shogun 125 saya dari kerusakan piston/mesin yang lebih parah. Namun tetap perlu diperhatikan segala bentuk kekurangan oli pada mesin (khususnya 4 Tak) perlu penanganan serius segera sebelum mesin anda hancur !

Untuk SHOGUN 125 FD 2004 milik saya sudah 110000KM sealama 10 tahun.Kebetulan saya rawat dengan rutin mengganti oli dan filternya dan saya menggunakan oli full sintesis Motul Ester 4T 5100 15W-50. Saya memutuskan memakai oli yang bagus (dan kebetulan mahal), tapi saya sebenarnya menganut prinsip MAHAL BELUM TENTU BAGUS . Dari awal oli tersebut per liter masih seharga 40 ribuan (sementara Oli lain masih 15 ribuan) hingga melejit sampai 90 ribu, apabila membeli di dealer kalau di bengkel-bengkel bisa mencapai100 ribu lebih. Tetapi yang saya rasakan sampai sekarang mesin Shogun 125 saya masih dalam keadaan bagus. Minim suara gesekan dan getarannya. Tarikan juga masih lumayan sesuai karakteristik umum dalam keadaan standartnya (ya tetap pasti ada bedanya apabila dengan motor baru). Memang untuk segi desain dan kekuatan bodi motor Suzuki kadang agak kurang/mengecewakan, seperti yang saya alami sendiri, body penutup yang tidak bisa rapat meski sudah dibaut, kepala lampu depan belakang yang berisik karena goyang (tapi sepertinya di produk terbaru mereka hal-hal ini sudah dicoba untuk dikoreksi)

Jadi, apakahbenar  kualitas motor Suzuki dipertanyakan apabila melihat market peminat motor Suzuki tertinggal (jauh ??) dari pesaingnya ? Tidak juga. Saya kira ada 1 karakteristik yang seharusnya bisa menarik untuk dicermati dari segi  desain mesinnya. Suzuki punya resep tersendiri dalam meracik mesin-mesinya menjadi mesin yang nyaman dan tangguh.

Catatan Penulis : setiap produk pastinya punya keunggulan masing-masing dan saya sekedar share dari apa yang saya tahu dan alami tanpa bermaksud mempromosikan atau menjelekkan produk tertentu

Memperbaiki Lubang Baut Tap Oli Shogun 125 Yang Doll/Slek

Memperbaiki Lubang Baut Tap Oli Shogun 125 Doll/Slek

Ooops, sudah beberapa hari  ini terlihat bekas ceceran oli di tempat biasanya Shogun 125 FD nangkring di rumah. Wah tampaknya ada tetesan oli dari baut lubang tap olinya. Memang sebelumnya lubang baut oli ini sudah doll/slek sejak lama, sehingga setiap kali dikencangkan setelah ganti oli, maka akan selip. Kemudian awal2xnya baut itu saya ganjal dengan sejenis ring fiber (yang sifatnya fleksibel) dan kepala baut saya beri puntiran benang asbes karena tidak mau ribet dengan blok mesinnya / kuatir kalau turun mesin. Lumayan cara ini dapat bertahan sementara sampai saat ini. Berhubung belum ada waktu untuk memperbaikinya dan saya berpikir kebocoran hanya dalam skala kecil alias tetesan, maka upaya penambahan oli saya lakukan sampai nanti penggantian total oli mesin, sekalian  dibuka dan dibuang oli lamanya. Dan karena kondisi lubang baut doll/slek maka baut dikencangkan dengan tangan dan memang sedikit longgar. 

Namun beberapa minggu kemudian, hampir motor berjalan kurang lebih 500km perasaan tiba-tiba suara mesin lebih kasar dan kemudian getaran/hentakan mesin lebih terasa. Kemudian periksa ketinggian oli melaui dipstik…. Hahh, ternyata oli berada di level terbawah dari indikator dipstick. Wah untung di cek. Kalau tidak bisa rusak kondisi dalam mesin karena kekurangan oli. Ternyata kebocoran bisa juga terjadi selama motor berjalan dan bukan hanya waktu berhenti. Itu yang justru malah susah terdeteksi, jadi jangan sepelekan segala bentuk tetesan/rembesan oli dari mesin motor anda.  Dan curigalah apabila motor anda terasa lebih kasar dalam hal suara mesin atau getaran/hentakannya.

Segera saya putuskan untuk memperbaiki masalah ini sebelum benar2x oli habis. Sebelumnya penanganan darurat dengan menambah oli lagi sambil memikirkan langkah perbaikan. Semula mau mencoba mengganti dengan baut baru dan kecurigaan di ring fiber dan benang asbes yang aus. Tapi, ahli mekanik senior di rumah, yaitu ayah saya sendiri (hehe)  mengatakan cara tersebut tidak akan menyelesaikan masalah,karena yang rusak adalah DRAT/ULIR LUBANG BAUT dan bukan pada bautnya. Mengganti baut tidak akan memperbaiki doll/slek-nya dan justru kejadian bocor tetap bisa terulang dan the worst thing baut lepas sehingga oli tumpah habis. Satu-satunya cara adalah membuat ulir/drat yang baru, dalam hal ini memperbesar ukuran bautnya. 

Kemudian saran tersebut saya ikuti dengan membawa motor ke Bengkel Bubut Panca di jalan Semarang, Surabaya (lokasi sebelah kanan Jalan sblm lampu TL arah ke Arjuno). Motor kemudian ditidurkan di 1 sisi, sehingga memudahkan pengerjaan tanpa perlu membuang oli. Sebelum diperbaiki mekanik melihat apakah bocor memang karena lubang baut rusak atau blok mesin pecah/retak. Apabila pecah/retak maka tiada jalan harus di tambal (‘bobok’) dengan las diral aluminium, baru kemudian dibuat lubang baru. Beruntunglah saya karena memang yang rusak lubangnya. Maka dengan segera mekanik membuat lubang baru dengan alat TAP BAUT kurang lebih 10 menit selesai. Baut Oli Shogun semula berukuran 14” diganti dengan 17”. Biaya Cuma 25 ribu. Kemudian setelah pulang rumah, segera sekalian saya ganti oli baru dan mencoba memasang baut yang baru. Wow,mantap deh baut langsung terkunci dengan baik. Sekarang kekuatiran bocor tidak ada. 

Nah berikut tips singkat seputar Lubang/Baut pembuangan oli motor

1. Sebaiknya berhati-hati dalam mengendarai motor  jangan sampai bagian bawah blok mesin mengenai atau ‘tersandung’ benda keras, misalnya waktu dipaksa naik ke trotoar, dll. Karena apabila salah posisi bisa fatal blok mesin retak/pecah dan untuk memperbaikinya harus turun mesin

2. Sebaiknya membuka baut oli dalam keadaan mesin dingin. Karena dalam keadaan mesin panas, kondisi lubang dan baut akan mengembang dan mencengkeran lebih keras. Sehingga pada saat panas membuka dan menutup baut (yang terbuat dari baja/besi) bisa merusak/memakan ulir lubang di blok mesin yang lebih lunak karena terbuat dari aluminium. Gunakan kunci yang baik saat membuka baut agar tidak merusak kepala baut. Rekomendasi pada saat membuka dengan KUNCI SOK dan saat menutup dengan KUNCI PAS. Perhatikan arah putaran buka/tutup baut. Kesalahan yang sering terjadi adalah salah memutar arah sehingga saat membuka malah jadi  mengencangkan  (dan dipaksa hingga doll/slek). Kemudian penggunaan KUNCI SOK pada saat mengencangkan juga cenderung over torque/over power.

3. Sebelum menutup lubang oli, bersihkan bagian drat lubang di blok mesin dengan lap untuk menghilangkan sisa-sisa gram/kotoran dari oli lama yang dapat mengikis drat lubang. Juga bersihkan baut dan lumasi dengan oli bersih untuk mempermudah pemasangan. Sebaiknya gunakan KUNCI PAS saat memutar baut. Pada saat posisi terakhir mengencangkan, perhatikan jangan sampai berulang dan terlalu kencang. Karena begitu baut sudah tidak bisa diputar hanya perlu ditambahkan pengencangan sedikit, maka baut sudah terikat sempurna, apabila dipaksakan bisa doll/slek

4. Jadi, apabila bocor hanya sebatas masalah di lubang dan bautnya maka dapat diselesaikan tanpa perlu upaya turun mesin. Kemungkinan yang doll/slek bisa di baut namun sebagian besar terjadi di lubangbaut (yang lebih lunak properti logamnya). Namun lebih parah apabila blok mesin pecah/retak maka upaya turun mesin perlu dilakukan untuk menambal bagian yg retak/pecah/bocor tersebut.

Demikian share saya semoga bisa membantu teman-teman dalam merawat kendaraannya.



Wednesday, January 15, 2014

Pengalaman Mengurus Ganti STNK/Plat NoPol 5 Tahunan Di Samsat Manyar (Surabaya Timur)

Wah cepat sekali sudah Januari 2014, waktu berjalan cepat, tahun berganti dan blog ini sudah lama tidak saya update. Namun kebetulan di awal tahun 2014 ini saya mencari-cari info soal prosedur mengurus sendiri ganti STNK dan plat nopol yang sudah 5 tahun, khususnya di wilayah Samsat Manyar Surabaya Timur. Sebenarnya ini merupakan kali kedua saya mengurus sendiri, yang pertama tahun 2009 di mana waktu itu baru dimulainya era reformasi birokrasi dan bebas pungli. Namun saya perlu refresh langkah dan apa yang harus dibawa. Duh ternyata informasi tidak terlalu banyak tersedia, jadilah setelah saya mencoba mengurus sendiri maka saya berniat untuk menuliskan pengalaman ini.Yang pasti sekarang serba cepat asalkan mengurus sendiri dan dokumen lengkap. Ada juga petugas khusus yang memberikan panduan pengisian form-form

1. Waktu operasional SAMSAT MANYAR (melayani Surabaya Timur) adalah :
Senin - Kamis : 08.00-13.30
Jumat              : 08.00-11.00
Sabtu              : 08.00-12.00
Tternyata Sabtu buka, tapi rekan saya pernah mencoba mengurus di hari Sabtu ternyata pelayanannya cukup ramai, alasannya kan Sabtu adalah hari libur bagi karyawan sehingga kesempatan untuk mengurus.

2. Untuk Wajib Pajak/Pemilik yang mengurus sendiri jangan lupa bawa :
* Kendaraan untuk cek fisik
* STNK + BPKB + KTP (sediakan fotokopi masing-masing 2 lembar)
* Bawa 1 Map biasa (kalau tidak bawa nanti banyak yang menjual di area parkir)
* Bolpoint Hitam
* Uang kurang lebih sebesar Pajak Terakhir plus persiapan bayar biaya cetak STNK & Plat Nomor



3. Datang seawal mungkin untuk mencegah antrian. Kebetulan saya memungkinkan datang jam 08.00 kurang. Masih sepi. Ke gedung utama SAMSAT ya, jangan ke AREA DRIVE THRU atau area parkir kendaraam. Masuk saja ke area Cek Fisik Samsat (akan diarahkan oleh petugas sementara hanya untuk parkir kendaraan selama cek fisik).

3. Ke LOKET 1 (loket ini di bagian luar depan menghadap drive thru, jadi bukan loket cek fisik). Informasikan ke petugas jaga akan mengurus sendiri 5 tahunan ganti STNK dan kendaraan dibawa. Petugas akan meminta STNK dan KTP untuk verifikasi kemudian diberi form cek fisik dan map secara free (atau pakai map sendiri). Isi form Cek Fisik sebatas identitas pribadi dan data kendaraan (apabila kurang jelas bisa tanya ke petugas pemandu di bagian depan)

4, Ke LOKET CEK FISIK. Minta bantuan petugas cek fisik untuk menggesek nomor rangka & nomor mesin kendaraan. Jangan kuatir mereka sudah terlatih untuk mengetahui letakknya. Biaya, free juga. Setelah itu anda akan diminta memindahkan kendaraan ke area parkir di seberang gedung Samsat. Kemudian Form Cek Fisik diserahkan untuk verifikasi di LOKET CEK FISIK. Petugas akan minta disertakan STNK, BPKB, KTP. Antri tunggu panggilan. Apabila sudah diverifikasi maka map diserahkan dan diarahkan ke LOKET 1

5. Kembali ke LOKET 1. Tunjukkan telah selesai cek fisik maka petugas akan memberikan isian FORM PERMOHONAN. Isi form tersebut secara jelas seperti data pribadi dan identitas kendaraan. Apabila selesai lampirkan fotokopi STNK, BPKB, KTP dan minta petugas pemandu untuk memeriksa kelengkapan berkas dan membantu mengatur susunannya. (Biasanya untuk kepengurusan begini mereka sudah berkoordinir untuk tata letak berkas yang memudahkan petugas dalam bekerja. Bayangkan saja teman bekerja banyak berkas setiap hari tapi posisinya amburadul... Bisa kacau deh...)

6. OK sekarang ke LOKET 22, meluncur ke bagian dalam gedung Samsat untuk registrasi permohonan anda. Disini dokumen akan diperiksa untuk kemudian didaftarkan. BPKB akan dikembalikan (segera simpan baik-baik) sedang KTP masih ditahan. Oya sekarang sudah ada beda perlakuan dengan E-KTP yang baru ini petugas tidak asal menjepret KTP ke map (tidak seperti jaman dahulu ketika KTP kita selalu bekas jepretan setiap kali mengurus2x). Namun dimasukkan ke plastik kecil dan dijepret plastiknya. Nice...


7. Kemudian menunggu di LOKET 24 untuk pembayaran Pajak. Tunggu panggilan dan bayar secara tunai di loket 24. Tapi sebenarnya sudah ada fasilitas menggesek dengan kartu debit (mesin EDC) yang bisa dilakukan di loket 30. Namun nampaknya fasilitas ini jarang dipakai terlihat loket 30 tampak sepi, banyak yang langsung bayar tunai. Setelah bayar akan terima bukti pembayaran pajak, simpan baik-baik karena akan digunakan untuk mengambil STNK & pelat nopol.



8. Setelah itu ke LOKET 27 tunggu panggilan untuk membayar biaya pembuatan STNK dan plat nomor baru. Biaya disesuaikan dengan kendaraan roda 2 atau roda 4. Saya membayar 80.000 untuk biaya cetak STNK dan plat nomor kendaraan roda 2.



9. Kemudian ke LOKET 28 yang termasuk jajaran loket terakhir. Artinya tinggal menunggu panggilan untuk menerima print STNK dan pelat nomor yang sudah jadi. Jangan lupa waktu penyerahab STNK juga KTP akan dikembalikan. Selesai sudah proses bayar pajak dan pembuatan STNK + NoPol 5 tahunan.


Demikian sekedar catatan kecil saya seputar pengalaman kurang lebih 2 jam di SAMSAT MANYAR. Pada bulan-bulan tertentu kadang PemProv Jatim memberikan diskon dan pembebasan (pemutihan) denda kendaraan bermotor untuk mendorong rakyat lebih tertib administrasi kendaraaan. Nah umumnya kantor-kantor SAMSAT akan menjadi ramai dan mungkin akan membutuhkan waktu dan kesabaran ekstra dalam pengurusannya.

Tambahan 19 Juni 2014 : akhir-akhir ini ketersediaan blangko STNK sangat terbatas entah bagaimana Polantas bisa kehabisan blangko penting tersebut. Sehingga ada kemungkinan di saat terakhir anda tidak mendapatkan cetak STNK dan tanda plat nomor. Melainkan hanya bukti bayar pajak yang distempel sementara berlaku 6 bulan sebagai pengganti STNK. Nanti dalam jangka waktu 6 bulan tersebut anda diminta balik ke Kantor Samsat untuk cetak STNK dan mendapat Tanda Plat Nomor yang baru. Memang merepotkan sebagai wajib pajak yang sudah taat dan tepat waktu bayar pajak.



Thursday, October 24, 2013

Ngeblog Dari Tab Lenovo

Kebiasaan menulis memang harus selalu dilatih.Hal ini termasuk kebiasaan bercerita via blog. Saya ingat sejak dulu sekolah SD waktu pelajaran Bahasa Indonesia selalu ada kegiatan mengarang. Dan saya termasuk salah saatu diantaranya yang paling suka bercerita panjang via tulisan. Dan bahkan ada suatu obsesi untuk menghasilkan karangan terpanjang mengalahkan teman sekelas. Waktu itu topik karangan adalah sekitar kehidupan sehari-hari, seperti cerita sehabis liburan. Kebiasaan tersebut berlanjut hingga sekarang di dunia pekerjaan. Terkadang saya termasuk orang  yang suka bertele-tele dalam menulis email. Tetapi kemudian saya mulai belajar untuk menulis secara singkat dan efisien. Kemudian terus melatih berkomentar dalam bahasa Inggris meskipun dengan tata bahasa amburadul tetapi masih lumayanlah, khususnya saya paling suka memberi komentar dan ulasan di situs Tripadvisor. Termasuk sebenarnya kebiasaan mengutarakan pikiran sebagai blogger sebenarnya hal yang mengasyikkan. Hanya saja terkadang butuh komitmen waktu untuk menulis. Terlebih harus di depan komputer. Namun seiring dengan makin berkembangnya komputer tablet berbasis OS Android semakin memudahkan kegiatan menulis blog. Seperi yang saya lakukan saat ini dengan Tablet Lenovo A1000 dan program blog yang saya download dari Google Playstore memungkinkan saya untuk menulis dengan lebih mudah. Nah, sekarang fasilitas telah ada apa lagi yang dibutuhkan ya ...... Arghhhh tentu saja kemauan dan komitmen untuk tetap menulis.

Monday, August 19, 2013

My Unique Ballpoint Uni Power Tank

Ini ballpoint Uni (Mitsubishi) Power Tank saya beli sekitar 2 tahun yang lalu di TB Gunung Agung Galaxy Mall. Waktu itu iseng saja lihat-lihat konter ballpoint dan saya tertarik memilikinya mesti dengan menebusnya seharga 30000 rupiah. Ya memang mahal untuk ukuran sebuah ballpoint, namun saya tertarik dengan keistimewaannya . Karena tabung isi ballpoint ini didesain tertutup sehingga bertekanan khusus, memungkinkan ballpoint dibuat menulis terbalik (tidak terpengaruh gravitasi) dan dengan lancar secara vertikal (sesuatu yang sukar dilakukan oleh ballpoint biasa) dan bahkan di klaim mampu beroperasi di zero gravity. Well, memang saya belum mencobanya seekstrim itu. Tapi saya sudah membuktikan kecanggihan ballpoint ini karena di rumah  saya sering meninggalkan catatan di post-it dalam posisi menempel di dinding tanpa kesulitan ballpoint ini mengeuarkan isi tintanya.

Namun Agustus 2013 ini tintanya sudah terlihat mau habis. Saya coba hunting isi-nya ke semua TB Gunung Agung di Surabaya dan beberapa TB besar ternyata tidak tersedia. Katanya produk tersebut sudah lama tidak dijual lagi (mungkin susah laku karena harganya) otomatis isi refill-nya juga tidak mungkin ada stock lagi (padahal saya ingat waktu beli ballpoint tersebut sales Gunung Agung menjamin isi bisa dibeli ulang di tempat mereka).

Asyik, kebetulan ada rekan kantor yang liburan ke Singapore. Segera titip deh pas dia ada rencana juga untuk berkunjung ke toko buku karena sang anak mau belanja stationary (well, tidak semua yang berlibur mau menyempatkan diri mengunjungi toko buku/alat tulis kan.....). Kemudia saya diinfo kalau isi nyatidak tersedia juga namun yang lebih baik ballpointnya tersedia dengan harga SGD 3 (sekitar 25 ribu). OK deh saya langsung titip 2.

Akhirnya saya bisa melanjutkan memakai produk unik yang satu ini. Oya, ini BLOG lain yang mereview tentang ballpoint ini


Masalah 99999.9 Shogun 125 FD 2004

Wow.. awal Juli 2013 saya lirik odometer Shogun 125 FD sudah menunjukkan KM 99700. Wah gak lama lagi nih bakal 99999.9 trus ENG ING ENG Reset balik jadi 0. Momen besar nih KM sudah 100000 dan syukurlah sampai sekarang dari awal beli performa Shogun 125 ini tetap baik dan dengan setia menemani saya sebagai kendaraan harian. Termasuk setiap hariuntuk bekerja sampai mengantar istri, anak dan keponakan keliling. Maklum belum ada rejeki untuk kendaraan mobil. Sampai sekarang kondisi mesin masih bagus dan perawatanhanya sebatas service rutin ke bengkel resmi (BERES) setelah ganti oli. Dan juga ganti part yang habis masa pakai seperti rantai, gearset, rem.

Dan momen 99999.9 yang ditunggu pun tiba. Tanggal 31 Juli 2013 dalam perjalanan pulang ke rumah dekat Grand City Surabaya menunjukkan angka 99999.8 yang kemudian BLIP bergeser ke angka 9... Komplit dah 99999.9. Saya sempatkan menepi dan saya foto buat kenang-kenangan.

Kemudian lanjut lagi jalan kurang lebih 100m biar reset ke 0. Saya jalan perlahan-lahan biar liat angka digital berubah SRETT ke 0 gitu. Tapi lo lo lo... uda jalanhampi 300m ternyata tetap angkanya gak berubah. Oops saya baru realise something wrong di odometer digital Shogun 125 stuck di 99999.9 alias gak bisa reset ke 0. Ya uda lanjut pulang ke rumah dengan perasaan penasaran sekaligus kecewa karena speedometer Shogun ternyata bermasalah.

Dan memang setelah browsing dan baca beberapa thread ternyata memang ada kesalahan produksi (baca:CACAT PRODUKSI) di speedometer Shogun. Dan solusinya harus ganti speedometer baru, whole one 1 modul (bukan part odometernya saja). OK deh karena uda mendekati libur lebaran saya pending dulu solusi perbaikannya.

Setelah libur lebaran, tanggal 14 Agustus saya konsultasi ke BERES tempat dimana saya rutin service. Kepala Mekanik yang ramah menyarankan apabila ingin cepat ya harus ganti baru dengan harga sekitar 600ribu. Wikk, tentu saja saya keberatan. Keberatan sy sih hanya selama kondisi speedo masih bagus/jalan/beroperasi tetapi ketika stuck di 99999.9 berarti ada masalah di desain motor tsb tentunya sebagai konsumen kalau tahu cacat/kelemahan ini ya dari awal ya tdk akan mau pakai (apalagi waktu awal keluar desain speedo tsb jd nilai jual plus promosi Shogun 125 ). Masa usia motor Shogun hanya diperkirakan sampai 99999 atau kurang lebih 9-10 tahun pemakaian. Pun kalau kalau harus membeli baru saya masih rela apabila harga dibawah 200rb (sesuai kemampuan kantong haha). Kemudian kepala mekanik memberi secercah harapan yang memungkinkan untuk dikomplain ke bagian Warranty Suzuki asalkan kelengkapan buku service saya masih ada.  Oh oh oh, jangan kuatir deh berhubung saya pemilik pertama semua kelengkapan masih ada. Kondisi ori sampai stiker-stiker identifikasi masih  ada.Langsung deh oleh Kepala Teknisi diverifikasi apakah semua data di buku cocok dengan identifikasi motornya dan difoto. Dijanjikan apabila proses komplain sukses saya akan dihubungi lagi. Pesannya hanya "Semoga bisa diganti baru", kata beliau. OK deh pasrah menunggu. Ternyata hari itu juga saya ditelpon Suzuki Motorcycle Jakarta untuk follow up masalah saya.Apabila semua cocok sesuai verifikasi dan barang ada maka bisa segera dikirim dan dipasang di BERES. Wow salut juga, stlh 9 tahun masih dapat response yg baik dr after sales service Suzuki. 

Surprise 2 hari kemudian, sore hari saya ditelpon oleh Kepala Mekanik dari BERES wah komplain saya di setujui dan barang sudah ready di BERES. Wow cepat sekali pikir saya. Tetapi karena hari sudah sore saya janjikan untuk Senin tanggal 19 Agustus baru proses pasang di bengkel.

Tgl 19 Agustus pagi, Shogun 125 saya masukkan ke BERES. Cukup daftar service seperti biasa dan ketemu Kepala Mekanik untuk konfirmasi. Kemudian saya tinggal karena antrian sudah no 10. 1 jam kemudian waktu saya cek ke bengkel ternyata speedometer lama sudah dibongkar dan yg baru siap dipasang. Spedo Shogun 125 FD sistemnya plug and play karena sudah elektronis. Kemudian selesai dan di test oleh Kepala Mekanik (Mr. Hadi) yang telah berbaik hati membantu proses klaim. Sipp lancar... Wow.....Gilee...  Bener balik ke 0 sampai terharu jd inget awal2x beli thn 2004 dahulu  kayak baru sj padahal body uda baret2x haha sampai ada yg bercanda diiklankan untuk dijual lg krn KM baru wkkkk 

Thanks untuk Suzuki dan komitmen after sales service-nya membuktikan Suzuki serius dalam menangani produk-produknya. Jadi semangat untuk pakai produk Suzuki deh moga2x rajin menabung harapan mau beli Satria 150 FU hehehe (ehh kapan donk rencana beli mobilnya.....)